Kembali Candra Naya Photographic Society masuk dalam jajaran club foto terbaik dalam " Al Thani Award for photography 2015"
Senin, 09 Maret 2015
Kamis, 08 Januari 2015
Pengurus LFCN mulai Januari 2015
Susunan Pengurus Lembaga Fotografi Candra Naya (Jan sd Des 2015)
Penasehat : Soebagio Wahjudi Hon CNPS ; Sigit Pramono Hon CNPS
Ketua :
Edwin Djuanda, Hon CNPS
Sekretaris :
Rosetini Ibrahim
Wakil Sekretaris:
Hendi Suwanda
Bendahara:
Agatha Anne Bunanta, Hon CNPS
Seksi-seksi:
Seksi Komisi Teknik : Indra Prameswara
Seksi Perlombaan
: Deddy Suwanda
Seksi Web/ IT : Andri Thaslim
Seksi Pertemuan : Vincent Kohar
Seksi Hunting : Edwind Benjamin
(revisi berdasarkan rapat pengurus 9 Maret 2015)
Senin, 15 Desember 2014
Pertemuan LFCN 11 Desember 2014
Pertemuan LFCN kali ini bernuansa agak lain. Pertemuan
dilakukan di aula resto Gado-Gado Boplo
jalan Gereja Theresia Jakarta Pusat. Sambil menunggu anggota, semua hadirin di
persilahkan mencicipi makan malam dengan menu makanan Indonesia yang sedap dan
nikmat . Di mulai dengan soto betawi, mie goreng, gurami asam manis gado-gado dan
menu lainnya. Belum lagi es jeruk dan es cendol.
Acara pertama adalah sambutan ketua LFCN disambung dengan pemberian
medali perunggu SFI 35 Medan kepada 3
anggota LFCN yang baru terjun ke “lomba foto salon” David Winarta (Bronze medal+penghargaan), Rudi
Sunandar (Bronze medal) dan Sofyan Efendi (Bronze medal) . Agatha juga membawa serta medali emasnya dan piala
“ best set”nya. Sayang replika Piala Adam Maliknya tidak dibawa. Generasi baru LFCN ini diharapkan akan
bertambah eksis di dunia salon foto dengan membawa nama LFCN.Acara dilanjutkan dengan presentasi Bpk Medi Wiharyono mengenai “Female Photography”. Ternyata selama 8 bulan “menghilang”, pak Medi mendalami teori dan praktek pemotretan figur dan wajah wanita baik menggunakan window lght dan studio light. Suatu presentasi yang sarat dengan tambahan pengetahuan , disajikan secara sangat sistematis dengan video dan contoh hasil foto “fine-art” yang “prize-winning” . Luar biasa. Applaus untuk pak Medi yang sukses mengupgrade dan men share ilmunya. Setelah ini LFCN akan mengharapkan member lain yang potensial untuk bersedia men sharing ilmunya, karena ternyata banyak sekali member yang memiliki kemampuan seperti under water, underwater fashion, travel, composite photography dll.
Acara kedua adalah perayaan HUT ibu Agatha Bunanta yang
sangat meriah, dipimpin oleh duet MC Andri Thaslim dan Hendi Suwanda, acara
berlangsung segar. Kali ini Hendi naik ke panggung karena ikut berulang tahun 2
hari sebelumnya. Tart opera dari Dapur
Cokelat dengan dekorasi camera “merah” dengan beberapa lilin merupakan pusat
perhatian . setelah nyanyi bersama dan tiup lilin , berlangsunglah acara yang
seru yaitu doorprize kado. Door prize diambil dari bahan tukar menukar kado,
Door prize utama yaitu bermalam gratis 2 malam di Ananta Hotel Bali (www.anantalegian.com)
dimenangkan oleh Fajar Fuji Buana . Dari Agatha juga ada agenda ananta dan pouch ananta dan limited
addition buku foto karya Agatha dan makanan segar dari Gado Gado boplo. Dari pak Medi, mengalir Bir
Bintang tanpa henti.
Selain buku foto karya Budi Darmawan (Surabaya) dibagikan juga gratis katalog lepasan ISAP1 . Yang
berkesan, tidak ada seorangpun yang pulang tanpa membawa hadiah.
Acara dihadiri sekitar 40an member dan konsumsi di traktir
oleh Agatha yang tahun ini mendapatkan banyak anugerah dari Master PSA, Best
Photographer dari SSS Turki, Guest Professor dari Shandong University of Art
and Design, Piala Adam malik di Salon Foto Indonesia ke35 Medan, dan hari Ulang
tahun (10 Desember). Suatu berkah dan anugerah yang luar biasa.
Agatha Bunanta sebagai pemenang Piala Adam Malik di Salon Foto Indonesia 2014
Untuk kedua kalinya, Agatha Anne Bunanta menerima Piala Adam Malik pada Salon Foto Indonesia 35 di Medan 3 Desember 2014.
Ketua panitia SFI 35 : Petrus Loo
Piala
bergilir H Adam Malik di berikan kepada fotografer terbaik di setiap
Salon Foto Indonesia, dalam arti fotografer mendapatkan jumlah
acceptance dan nilai tertinggi dalam SFI tersebut.
PIALA
ini jarang dikeluarkan oleh penyelenggara/ FPSI, biasanya dipenyerahan
hadiah, hanya di berikan REPLIKA nya dengan ukuran kecil. Kali ini
upacara di Medan memang beda. Banyak fotografer yang belum pernah
melihat dan memegang piala Adam Malik yang asli.
Beberapa nama anggota LFCN yang kita kenal juga menghiasi piala bergilir tersebut.
Hasil SFi 35: www.sfi2014.comBeberapa nama anggota LFCN yang kita kenal juga menghiasi piala bergilir tersebut.
Senin, 10 November 2014
Jerry Aurum "On White" di pertemuan LFCN
Liputan Pertemuan
LFCN 21 Okt 2014
Bertempat di Auditorium Samafitro, pertemuan LFCN dihadiri
lebih dari 70 fotografer.
Diawali dengan pengenalan dan promo mesin cetak HP , para
hadirin dapat melakukan test print sampai ke ukuran 60x90 cm. Hasil cetaknya ber-akurasi
tinggi, kaya dengan nada warna ataupun gradasi hitam putih. Lagi pula hasil
cetak , menggunakan tinta yang kekuatannya beberapa kali umur manusia, yaitu
sampai 200 tahun .
Ketua LFCN memberikan sambutan singkat, dilanjutkan dengan
pemberian sertifikat PPSA kepada anggota Rafly Rinaldy dan Slamet Adijuwono.
Beberapa PPSA lain berhalangan hadir. Sertifikat ini dibawa sendiri dari Amrik
oleh PSA representative untuk Indonesia (Agatha Bunanta).
Acara yang ditunggu tunggu adalah Jerry Aurum dengan topik “
Behind the scene buku ON WHITE” yaitu buku yang berisi 128 foto tokoh/ public
figure yang dikumpulkan Jerry tidak kurang
dari kurun waktu 7 tahun. Karena berbicara
dengan sesama fotografer, Jerry bisa menggunakan pemahaman dan bahasa yang
sama. Pengunjungpun banyak diskusi mengenai teknis sampai terciptanya buku “On
white” . Beberapa pertanyaan yang terlontar misalnya; Apakah Jerry meminta
model release dari semua tokoh di buku tsb?
Apakah Jerry di bayar atau mungkin membayar untuk modelnya? Sampai dimana
Jerry mengatur modelnya, atau sebaliknya ternyata beberapa model yang mengatur Jerry. Memotret aktor paling mudah, karena bisa
“main” dan asyik sendiri. Jerry tinggal
menangkap momen. Demikian juga dengan
“rocker” umumnya mudah di foto dengan karakter yang kuat. Yang menurut saya paling berkesan adalah foto
Ahok. Jerry sudah menghabiskan lebih
dari 100 shot, tetapi hasilnya masih tetap “garing”. Akhirnya Jerry meminta
sang wagub DKI berdiri sambil memejamkan mata. Jerry menginstruksikan supaya
membayangkan masalah paling rumit di DKI yang tidak pernah selesai, raut wajah
Ahokpun mulai berubah. Kemudian Jerry mengatakan lagi, sekarang bayangkan siapa
yang paling membuat anda susah untuk mengatur DKI. Disini wajah sang wagub
sudah lebih kelihatan lagi ekspresinya. Jerry mengkomando: sekarang silahkan buka mata. Jepret... didapatlah
wajah Ahok yang mengerenyit , yang tidak akan dilupakan oleh siapapun yang
melihatnya: body language yang “keras” , wajah yang garang, dongkol bercampur
amarah . Foto ini menurut saya salah
satu foto terkuat di buku ini.
Demikian juga dengan foto Cut Tari yang 3 tahun lalu sempat
menjadi bulan-bulanan sosial media, dan sekarang Cut berusaha comeback,
walaupun masih dengan banyak keraguan. Jerry meminta Cut hanya satu : membayangkan
dirinya berpapasan dengan orang-orang sekitarnya yang dari pancaran mata nya
menyiratkan sesuatu bagi Cut. Cut pun bereaksi, seolah membuat benteng bagi
dirinya dan ekspresinya nampak dengan jelas termasuk dalam raut bibirnya.
Salah satu foto yang juga kuat dan wow yaitu Ivan Gunawan,
Jerry hanya memotret sepasang mata Ivan, dan alamak...... feminin bener tuh
mata.
Tidak bisa diceritakan satu-persatu, yang penting para
hadirin merasa bahwa komunikasi dengan Jerry terasa mengalir dengan lancar,
blak-blakan dan seadanya. Tidak ada rahasia yang tidak dibuka oleh Jerry,
karena ini toh untuk sesama rekan fotografer.
Agatha Anne Bunanta as Shandong University Guest Professor
Shandong
University of Art & Design, universitas seni dan desain terbesar
di China mengangkat Agatha Anne Bunanta sebagai Guest Professor pada 2
November 2014.
Rabu, 15 Oktober 2014
Terbentuknya Masyarakat Fotografi Indonesia (MFI)
Di Hotel Amaris Mangga Dua Jakarta pada 10-12 Oktober dilakukan Kongres Fotografi Indonesia yang di fasilitasi Kemen Parekraf. Hasilnya adalah terbentuknya MFI atau Indonesia Photography Society (IPS)
Dewan Pembina Masyarakat Fotografi Indonesia
Ketua Dewan Pembina: Sigit Purnomo
Wakil Ketua Dewan Pembina I: Oscar Motuloh
Wakil Ketua Dewan Pembina II: M. Firman Ichsan
Anggota Dewan Pembina:
Badan Pengurus Masyarakat Fotografi Indonesia
Ketua Badan Pengurus: Hermanus
Wakil Ketua Dewan Pengurus: Andrew Linggar
Kesekretariatan: Lasti Kurnia
Keuangan: Wiryadi Lorens
Kerjasama dan Koordinasi:
Semoga MFI dapat memajukan fotografi Indonesia .
Dewan Pembina Masyarakat Fotografi Indonesia
Ketua Dewan Pembina: Sigit Purnomo
Wakil Ketua Dewan Pembina I: Oscar Motuloh
Wakil Ketua Dewan Pembina II: M. Firman Ichsan
Anggota Dewan Pembina:
- Agus Leonardus
- Arbain Rambey
- Darwis Triadi
- Don Hasman
- Edmond Makarim
- Edwin Djuanda
- Fendi Siregar
- Guntur Santoso
- Imam Hartoyo
- Irwan Kamdani
- Johnny Hendarta
- Ray Bachtiar
- Rio Helmi
- Risman Marah
- Solihin Margo
- Yudhi Soerjoatmodjo
Badan Pengurus Masyarakat Fotografi Indonesia
Ketua Badan Pengurus: Hermanus
Wakil Ketua Dewan Pengurus: Andrew Linggar
Kesekretariatan: Lasti Kurnia
Keuangan: Wiryadi Lorens
Kerjasama dan Koordinasi:
- Edial Rusli
- Agatha Bunanta
- Anton Bayu
- Galih Sedayu
- Ng Swan Ti
- Ridha Kusumabrata
- Dibya Pradana
- Marissa Tunjungsari
- Purwo Subagyo
- Irma Chantily
- Rully Kesuma
Semoga MFI dapat memajukan fotografi Indonesia .
Langganan:
Postingan (Atom)






