Senin, 10 November 2014

Jerry Aurum "On White" di pertemuan LFCN



Liputan  Pertemuan LFCN 21 Okt 2014
Bertempat di Auditorium Samafitro, pertemuan LFCN dihadiri lebih dari 70 fotografer.
Diawali dengan pengenalan dan promo mesin cetak HP , para hadirin dapat melakukan test print sampai ke ukuran 60x90 cm. Hasil cetaknya ber-akurasi tinggi, kaya dengan nada warna ataupun gradasi hitam putih. Lagi pula hasil cetak , menggunakan tinta yang kekuatannya beberapa kali umur manusia, yaitu sampai 200 tahun .
Ketua LFCN memberikan sambutan singkat, dilanjutkan dengan pemberian sertifikat PPSA kepada anggota Rafly Rinaldy dan Slamet Adijuwono. Beberapa PPSA lain berhalangan hadir. Sertifikat ini dibawa sendiri dari Amrik oleh PSA representative untuk Indonesia (Agatha Bunanta).
Acara yang ditunggu tunggu adalah Jerry Aurum dengan topik “ Behind the scene buku ON WHITE” yaitu buku yang berisi 128 foto tokoh/ public figure yang dikumpulkan Jerry  tidak kurang dari kurun waktu 7 tahun.  Karena berbicara dengan sesama fotografer, Jerry bisa menggunakan pemahaman dan bahasa yang sama. Pengunjungpun banyak diskusi mengenai teknis sampai terciptanya buku “On white” . Beberapa pertanyaan yang terlontar misalnya; Apakah Jerry meminta model release dari semua tokoh di buku tsb?   Apakah Jerry di bayar atau mungkin membayar untuk modelnya? Sampai dimana Jerry mengatur modelnya, atau sebaliknya  ternyata beberapa model yang mengatur Jerry.  Memotret aktor paling mudah, karena bisa “main” dan asyik sendiri.  Jerry tinggal menangkap momen.  Demikian juga dengan “rocker” umumnya mudah di foto dengan karakter yang kuat.  Yang menurut saya paling berkesan adalah foto Ahok.  Jerry sudah menghabiskan lebih dari 100 shot, tetapi hasilnya masih tetap “garing”. Akhirnya Jerry meminta sang wagub DKI berdiri sambil memejamkan mata. Jerry menginstruksikan supaya membayangkan masalah paling rumit di DKI yang tidak pernah selesai, raut wajah Ahokpun mulai berubah. Kemudian Jerry mengatakan lagi, sekarang bayangkan siapa yang paling membuat anda susah untuk mengatur DKI. Disini wajah sang wagub sudah lebih kelihatan lagi ekspresinya. Jerry mengkomando: sekarang  silahkan buka mata. Jepret... didapatlah wajah Ahok yang mengerenyit , yang tidak akan dilupakan oleh siapapun yang melihatnya: body language yang “keras” , wajah yang garang, dongkol bercampur amarah .  Foto ini menurut saya salah satu foto terkuat di buku ini.
Demikian juga dengan foto Cut Tari yang 3 tahun lalu sempat menjadi bulan-bulanan sosial media, dan sekarang Cut berusaha comeback, walaupun masih dengan banyak keraguan. Jerry meminta Cut hanya satu : membayangkan dirinya berpapasan dengan orang-orang sekitarnya yang dari pancaran mata nya menyiratkan sesuatu bagi Cut. Cut pun bereaksi, seolah membuat benteng bagi dirinya dan ekspresinya nampak dengan jelas termasuk dalam raut bibirnya.
Salah satu foto yang juga kuat dan wow yaitu Ivan Gunawan, Jerry hanya memotret sepasang mata Ivan, dan alamak...... feminin bener tuh mata.
Tidak bisa diceritakan satu-persatu, yang penting para hadirin merasa bahwa komunikasi dengan Jerry terasa mengalir dengan lancar, blak-blakan dan seadanya. Tidak ada rahasia yang tidak dibuka oleh Jerry, karena ini toh untuk sesama rekan fotografer.


Agatha Anne Bunanta as Shandong University Guest Professor


Shandong University of Art & Design, universitas  seni dan desain terbesar di China mengangkat Agatha Anne Bunanta sebagai Guest Professor pada 2 November 2014.
Selamat dan tetap berkarya memajukan fotografi dunia dengan selalu membawa nama Indonesia. Di international, Agatha juga baru saja dipilih sebagai salah satu board Photographic Society of America (PSA) bidang Ethics.