Minggu, 27 Desember 2009

AGATHA ANNE BUNANTA: PRESTASI 2009



Boleh dianggap sebagai fotografer Salon Indonesia yang paling ber prestasi di tahun 2009, AGATHA ANNE BUNANTA, PPSA, ARPS, AFPSI berhasil memenangkan FIAP (Federation Internationale de la ART Photographique) GOLD MEDAL dalam lomba 25th FIAP BIENIAL PROJECTED IMAGES. Baru kali ini Indonesia menjadi tuan rumah penyelengaraan FIAP yang bergilir ke pelbagai negara. INDONESIA juga mendapatkan medali perak dan perunggu, dan juga menjuarai JUARA UMUM NEGARA, sehingga mendapatkan FIAP WORLD CUP.

Masih di tahun 2009, AGATHA juga menjadi JUARA UMUM Salon Foto Indonesia (SFI) ke 30 di SOLO dengan mendapatkan penghargaan jumlah NILAI TERTINGGI dalam satu SFI, yaitu H ADAM MALIK MEMORIAL AWARD atau populer disebut sebagai PIALA H.ADAM MALIK. Baru pertama kali , piala H.Adam Malik direbut oleh seorang fotografer wanita .
Selain itu tahun 2009, AGATHA juga berhasil mendapatkan gelar P.PSA, yang berarti jumlah acceptance fotonya di salon International yang diakui oleh PSA, total sudah mencapai 10 (sepuluh) STAR di beberapa kategori.

Agatha adalah mewakili LFCN dalam lomba FIAP dan SFI.
Tahun depan (2010), LFCN akan mengadakan INDONESIA SALON OF ART PHOTOGRAPHY (ISAP), dengan Agatha sebagai Chairperson. Dengan pengalaman asam garamnya di dunia salon international dan kemampuan manajerialnya (Mantan VicePresident Citibank Indonesia), diharapkan SALON yang sekaligus di approved PSA, FIAP dan FPSI akan meraih sukses besar dan membawa nama Indonesia sebagai penyelengara salon international yang kompeten. www.isap candranaya.com

(Foto Bram Lukito dan Edwin Djuanda)

Rabu, 23 Desember 2009

ARDILES RANTE: 16 Desember 2009



Editorial Photography itulah judul dari ARDILES RANTE, seorang fotografer yang muungkin lebih dikenal di dunia international daripada di dalam negeri.
Hubungannya yang dekat dengan greenpeace international dan kesungguhan hatinya untuk menggarap proyek " Perburuan Ikan Paus di Lamalera" dan "Sisa -sisa orang hutan di belantara Kalimantan" menunjukkan kebulatan tekadnya untuk merekam segala sesuatu dengan stori dan akurasi. Job lain dari fotografer yang stationnya di Bali ini adalah menjadi "real" paparazi, yaitu menguntit dan memotret celebritis dunia terutama yang lagi "santai dan bersembunyi di Bali". Ardiles menguntit Beckham dan baru mendapatkan foto beberapa menit sebelum Beckham meninggalkan Indo. Belum lagi Julia Roberts, Kate Moss, dsb dsb. Foto2 unik dan langkanya ini, bersaing dengan paparazi lain yang kebanyakan orang asing, fotonya langsung menjadi rebutan media kelas dunia. Untuk mengetahui prestasinya, bisa klik di http://www.lightstalkers.org/ardilesrante

Malam itu juga sekalian acara tiup lilin yang HUT sekitar tanggal pertemuan, yaitu: Setyadi Joedaatmadja, Soebagio Wahjudi, Indrawati, Agatha Bunanta. Yang dua terakhir mewakili tiup lilin. Kueh taart yang sedap disumbang oleh Rosetini Ibrahim.

Malam itu, begitu banyak "mata terbuka" melihat potensi kemampuan fotografer Indo, juga memahami bahwa yang indah dan menarik, banyak berada di negara sendiri, tidak perlu menggarap jauh-jauh ke negara lain.

SIGIT PRAMONO : 12 Nov 2009




WHEN MORNING BEGINS....

"An astounding sight. This spot is perhaps the best place for inhabitans of this earth to wirness how mother earth begins one of her days in spectacular beauty”. Begitu cuplikan dari presentasi Bapak SIGIT PRAMONO . Beliau dikenal sebagai bankir mantan direktur utama BNI dan sekarang masih menjabat sebagai komisaris BCA dan Ketua Perbanas. Selain sebagai bankir kawakan, SIGIT PRAMONO juga sangat dikenal sebagai FOTOGRAFER ALAM terkemuka. Laboratorium utamanya adalah “BROMO”, seperti judul ceramahnya di LFCN yang berjudul “ Majestic Mystical Mountain Bromo” yang juga sesuai dengan judul salah satu buku fotonya.

Fotografer otodidak yang sangat terobsesi dengan Bromo ini, bolak balik setiap 2 minggu bahkan turut memajukan ekonomi kawasan Tengger dengan mengucurkan dana untuk koperasi disana senilai 10M rupiah, sehingga pernah smeua penunggang kuda di Bromo menggunakan jaket dengan tulisan BNI yang merupakan kepanjangan dari “Bromo Nusa indah” , nama koperasi yang dibentuknya disana.
Menurut Sigit yang paling penting dalam fotografi adalah “Light and Composition”.

Mengaku pernah mencoba segala “agama kamera” (maksudnya merek), ia adalah orang bebas yang tidak memiliki target dalam memotret alam, namun ya karena mencintai, datang dan rajin meng eksplorasi secara terus menerus, sehingga tidak heran ia menjadi saksi dari fenomena alam: letusan Merapi , batuk-batuknya Krakatau, sampai ke aliran kabut “tumpah” di lembah lautan pasir Bromo.

Hampir seluruh foto panoramicnya difoto dengan Linhof Technorama 617 yang masih analog. Satu roll film hanya menghasilkan 4 shot . Sigit yang membawakan ceramahnya dengan sangat sistematis dan penuh persiapan, secara humoris menceritakan bahwa karena analog non SLR, ia terkadang lupa membuka penutup lensa sehingga fotonya jadi gagal. Juga ia menerangkan perbedaan menggunakan lensa lebar di kamera biasa dengan menggunakan kamera khusus panoramic. Bagi pengunjung kemarin, banyak ilmu yang didapat yang benar2 keluar dari pengalaman seorang fotografer yang sangat tenang dan sangat mendalami subyek yang di foto, selama bertahun-tahun. Film favoritnya masih Fujichrome Velvia asa (iso) 50, yang diyakininya masih tidak bisa tertandingi oleh digital. Selain Linhof , ia juga menggunakan Hasselblad digital .

14 Oktober 2009: MAKARIOS & FIAP Bienial SHOW


Malam ini pembicara tamu adalah MAKARIOS SOEKOJO dengan topik "UNDERWATER PHOTOGRAPHY". MAKARIOS menjelaskan mengapa ia masuk kedalam dunia fotografi bawah air. Makarios sebelumnya juga anggota aktif , bahkan pemimpin kursus fotografi LFCN di era tahun 1980an, sekarang aktif di Olympus.
Pada malam itu juga dilakukan Display 200 foto FIAP 25th Biennial Projected Images, dimana Indonesia mendapatkan FIAP WORLD CUP (best country setpictures) , dan juga Indonesia secara individual mendapatkan GOLD (Agatha Anne Bunanta, LFCN : "Melastii Ceremony", SILVER dan BRONZE MEDAL
Beruntung bagi anggota LFCB, karena foto-foto FIAP tersebut bahkan diulas oleh pakar Fotografi International, yang juga merupakan salah seorang juri lomba tersebut (mewakili HongKong): Mr JOHNSON HON FRPS. Suatu kesempatan langka,banyak pelajaran yang bisa di petik.

10 September 2009: RAPAT ANGGOTA



Kepengurusan LFCN 2009-2010 mengadakan Rapat Anggota pada 10 SEPTEMBER 2009. Dihadiri oleh hanya anggota klub yang aktif (maksudnya membayar dan melunasi iuran LFCN). Acara berlangsung sangat menegangkan dan sampai larut. Ini disebabkan karena ada topik penuntasan kasus anggota yang dikeluarkan dari LFCN pada periode kepengurusan LFCN sebelumnya (saat Bp Leo K Hartana menjadi Ketua LFCN).
Karena anggota tersebut menolak keputusan penghentian oleh pengurus LFCN, sesuai AD ART kasusnya harus dibawa ke Rapat Anggota lengkap LFCN. Bukti-bukti yang dimiliki pengurus LFCN cukup sah dan meyakinkan seluruh anggota yang hadir, bahwa keputusan yang diambil adalah tepat. Rapat dipimpin Bp. M.Badroen S.H, mantan Ketua LFCN yang juga dikenal sebagai pensiunan Kolonel TNI AD yang sampai saat ini masih mengajar para calon jaksa. Di dalam hadirin juga terdapat 2 lawyer aktif yang selain memang anggota LFCN ,juga memantau situasi dengan cermat. Selesai rapat ternyata terjadi ancaman ke pengurus LFCN via Facebook, dan surat ultimatum ke pengurus . Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, pengurus membuat dokumentasi secara sangat lengkap termasuk rekaman video selama sidang berlangsung (terimakasih pada pak Kemas).Beberapa hari kemudian, segala pengamanan hasil keputusan intern organisasi dapat berjalan dengan damai.

Malam itu, yang lebih penting adalah LAPORAN KETUA LFCN, ternyata pengurus dalam dalam 8 bulan sudah membuat banyak kegiatan dan Bendahara memiliki SALDO KAS yang cukup mengembirakan. Majuterus LFCN

SUSUNAN PENGURUS per SEPT 2009:

PENASEHAT : H.M Badroen SH, Soebagio Wahjudi; Johnson Handra, FRPS, FRST, FHKCC, FHKPA, FCAPA,Hon FNPC, Hon LFCN
KETUA : dr Edwin Djuanda, SpKK ;
SEKRETARIS : Bram Lukito, Ir, MM;
BENDAHARA : Agatha Anne Bunanta, MBA ,
Seksi Umum : Joelianto,
Seksi Diklat : Wilya Elawitachya, drg.
Seksi Hunting/Lomba: Widyanto Saleh
Seksi Publikasi: Fachri Je
Seksi Web: Andri Taslim
Seksi Hukum: Rosetini Ibrahim S.H.

JOHNSON HON: SALON FOTO 29 Agustus 2009


Johnson Hon FRPS, penasehat LFCN yang bermukim di HongKong meluangkan waktunya untuk memberikan "apa itu sebuah foto salon" . Dikenal sebagai fotografer salonis sejati, Master Johnson menjelaskan secara tuntas foto yang di kategorika "indah". Juga selera juri berperan, dimana juri akan mengukur foto yang di nilainya, dengan kemampuan dirinya sendiri. Umumnya juri akan menghargai suatu "fresh idea" . Untuk suatu foto salon, "accepted" untuk diterima saja sudah membanggakan. Sedangkan yang mendapatkan medali dan penghargaan, apa lagi. Tetapi karena suatu karya seni sulit diukur, tidak heran bilaman hasil dari suatu foto yang ikut dalam beberapa salon foto bisa bervariasi. Misalnya foto yang ditolak, dikirim ke salon lain malahan mendapatkan penghargaan. Untuk itulah juri suatu salon harus oleh beberapa juri yang jumlahnya ganjil. Pertemuan ini tidak biasa, karena dalam bulan Agustus ada 2 pertemuan LFCN, yang keduanya penting.

Lomba Foto Model Gn PANCAR: FINALIS


Foto Finalis LOMBA MODEL " BEAUTY IN THE FOREST" Gunung Pancar