Acara khusus member LFCN ini diisi dengan tips memotret gerhana
matahari total 9 Maret 2016 mendatang. Mengapa kita sebagai fotografer
tertantang untuk motret, apa asiknya, apa tantangannya. Di jelaskan oleh
Edwin yang pengalaman motret gerhana matahari total (GMT) di 1983, 1988
dan 2009 tips and triknya. Juga exiff data dari foto GMT 2009 (sudah
era digital). Jalur GMT yang lewat Palembang, Bangka Belitung, Sampit,
Palangkaraya, Balikpapan, Sulawesi tengah sampai Ternate merupakan
lokasi ideal buat berburu gerhana. Gerhana matahari total tuh jarang,
apalagi yang tampak Indonesia .Sejak 1988 baru tahun depan mampir lagi
di Indonesia. Kemana kita motret GMT, ada ide charter pesawat udara yang
bisa "mengejar" kemana gerhana bergerak....
GMT 2009 https://www.youtube.com/watch?v=wkx3-CvJz4s
Agatha
menerangkan semua cara pengambilan gelar distinction fotografi
international dari PSA, FIAP , RPS yang banyak diminati terutama oleh
member yang belum memiliki.
Selain itu Evi Arbay juga menunjukan
foto foto hasil hunting ke Ethiopia, suku Mursi, unik dan eksotis, ayo
siapa mau ikut next trip.
Indra Mpe menyiapkan semua perangkat
projector, Dedy layarnya dan tuan rumah dr Hendro
Terimakasih Rudy Sunandar yang menyiapkan kamera untuk dokumentasi.
menyiapkan makanan lezat:
ketupat ,sayur, ayam opor dengan rempeyek presiden. Luar biasa nyam nyam
nya.
Senin, 30 November 2015
Kamis, 25 Juni 2015
Candra Naya Photograhic Society 67 years
Bertempat di restoran Madame Ching, Jalan Surabaya Jakarta Pusat, dilakukan peringatan HUT ke 67 Lembaga Fotografi Candra Naya (LFCN = CNPS), setelah dilakukan pemotongan tumpeng dan tiup lilin bersama, tumpeng diserahkan oleh ketua LFCN Edwin Djuanda kepada anggota LFCN yang paling senior yaitu Bapak Amet Sutedja Hon CNPS.
Acara dilanjutkan dengan "Introduction of underwater photography " olej Hendro Hioe ARPS, EFIAP dan disambung dengan " Micro underwater photography" oleh Indra Prameswara AFIAP. Suatu presentasi yang sangat menarik dan berguna bagi para rekan fotografer. Bilamana restoran tidak tutup, pasti diskusi akan berlanjut terus.Selamat kepada LFCN , perkumpulan foto tertua di Jakarta sejak Mei 1948.
Aktivitas LFCN lebih bayak di publikasi di facebook : https://www.facebook.com/groups/lfcn.id/
Senin, 09 Maret 2015
LFCN sebagai salah satu Best Club Althani Award 2015
Kembali Candra Naya Photographic Society masuk dalam jajaran club foto terbaik dalam " Al Thani Award for photography 2015"
Kamis, 08 Januari 2015
Pengurus LFCN mulai Januari 2015
Susunan Pengurus Lembaga Fotografi Candra Naya (Jan sd Des 2015)
Penasehat : Soebagio Wahjudi Hon CNPS ; Sigit Pramono Hon CNPS
Ketua :
Edwin Djuanda, Hon CNPS
Sekretaris :
Rosetini Ibrahim
Wakil Sekretaris:
Hendi Suwanda
Bendahara:
Agatha Anne Bunanta, Hon CNPS
Seksi-seksi:
Seksi Komisi Teknik : Indra Prameswara
Seksi Perlombaan
: Deddy Suwanda
Seksi Web/ IT : Andri Thaslim
Seksi Pertemuan : Vincent Kohar
Seksi Hunting : Edwind Benjamin
(revisi berdasarkan rapat pengurus 9 Maret 2015)
Senin, 15 Desember 2014
Pertemuan LFCN 11 Desember 2014
Pertemuan LFCN kali ini bernuansa agak lain. Pertemuan
dilakukan di aula resto Gado-Gado Boplo
jalan Gereja Theresia Jakarta Pusat. Sambil menunggu anggota, semua hadirin di
persilahkan mencicipi makan malam dengan menu makanan Indonesia yang sedap dan
nikmat . Di mulai dengan soto betawi, mie goreng, gurami asam manis gado-gado dan
menu lainnya. Belum lagi es jeruk dan es cendol.
Acara pertama adalah sambutan ketua LFCN disambung dengan pemberian
medali perunggu SFI 35 Medan kepada 3
anggota LFCN yang baru terjun ke “lomba foto salon” David Winarta (Bronze medal+penghargaan), Rudi
Sunandar (Bronze medal) dan Sofyan Efendi (Bronze medal) . Agatha juga membawa serta medali emasnya dan piala
“ best set”nya. Sayang replika Piala Adam Maliknya tidak dibawa. Generasi baru LFCN ini diharapkan akan
bertambah eksis di dunia salon foto dengan membawa nama LFCN.Acara dilanjutkan dengan presentasi Bpk Medi Wiharyono mengenai “Female Photography”. Ternyata selama 8 bulan “menghilang”, pak Medi mendalami teori dan praktek pemotretan figur dan wajah wanita baik menggunakan window lght dan studio light. Suatu presentasi yang sarat dengan tambahan pengetahuan , disajikan secara sangat sistematis dengan video dan contoh hasil foto “fine-art” yang “prize-winning” . Luar biasa. Applaus untuk pak Medi yang sukses mengupgrade dan men share ilmunya. Setelah ini LFCN akan mengharapkan member lain yang potensial untuk bersedia men sharing ilmunya, karena ternyata banyak sekali member yang memiliki kemampuan seperti under water, underwater fashion, travel, composite photography dll.
Acara kedua adalah perayaan HUT ibu Agatha Bunanta yang
sangat meriah, dipimpin oleh duet MC Andri Thaslim dan Hendi Suwanda, acara
berlangsung segar. Kali ini Hendi naik ke panggung karena ikut berulang tahun 2
hari sebelumnya. Tart opera dari Dapur
Cokelat dengan dekorasi camera “merah” dengan beberapa lilin merupakan pusat
perhatian . setelah nyanyi bersama dan tiup lilin , berlangsunglah acara yang
seru yaitu doorprize kado. Door prize diambil dari bahan tukar menukar kado,
Door prize utama yaitu bermalam gratis 2 malam di Ananta Hotel Bali (www.anantalegian.com)
dimenangkan oleh Fajar Fuji Buana . Dari Agatha juga ada agenda ananta dan pouch ananta dan limited
addition buku foto karya Agatha dan makanan segar dari Gado Gado boplo. Dari pak Medi, mengalir Bir
Bintang tanpa henti.
Selain buku foto karya Budi Darmawan (Surabaya) dibagikan juga gratis katalog lepasan ISAP1 . Yang
berkesan, tidak ada seorangpun yang pulang tanpa membawa hadiah.
Acara dihadiri sekitar 40an member dan konsumsi di traktir
oleh Agatha yang tahun ini mendapatkan banyak anugerah dari Master PSA, Best
Photographer dari SSS Turki, Guest Professor dari Shandong University of Art
and Design, Piala Adam malik di Salon Foto Indonesia ke35 Medan, dan hari Ulang
tahun (10 Desember). Suatu berkah dan anugerah yang luar biasa.
Agatha Bunanta sebagai pemenang Piala Adam Malik di Salon Foto Indonesia 2014
Untuk kedua kalinya, Agatha Anne Bunanta menerima Piala Adam Malik pada Salon Foto Indonesia 35 di Medan 3 Desember 2014.
Ketua panitia SFI 35 : Petrus Loo
Piala
bergilir H Adam Malik di berikan kepada fotografer terbaik di setiap
Salon Foto Indonesia, dalam arti fotografer mendapatkan jumlah
acceptance dan nilai tertinggi dalam SFI tersebut.
PIALA
ini jarang dikeluarkan oleh penyelenggara/ FPSI, biasanya dipenyerahan
hadiah, hanya di berikan REPLIKA nya dengan ukuran kecil. Kali ini
upacara di Medan memang beda. Banyak fotografer yang belum pernah
melihat dan memegang piala Adam Malik yang asli.
Beberapa nama anggota LFCN yang kita kenal juga menghiasi piala bergilir tersebut.
Hasil SFi 35: www.sfi2014.comBeberapa nama anggota LFCN yang kita kenal juga menghiasi piala bergilir tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)






