Kamis, 08 Januari 2015

Pengurus LFCN mulai Januari 2015



Susunan Pengurus Lembaga Fotografi Candra Naya (Jan  sd Des 2015)

Penasehat : Soebagio Wahjudi Hon CNPS ; Sigit Pramono Hon CNPS



Ketua :                      Edwin Djuanda, Hon CNPS

Sekretaris :                Rosetini Ibrahim
Wakil Sekretaris:       Hendi Suwanda
Bendahara:               Agatha Anne Bunanta, Hon CNPS

Seksi-seksi:
Seksi Komisi Teknik    :  Indra Prameswara
Seksi Perlombaan        :  Deddy Suwanda
Seksi Web/ IT             :  Andri Thaslim
Seksi Pertemuan          :  Vincent Kohar
Seksi Hunting              :  Edwind Benjamin

(revisi berdasarkan rapat pengurus 9 Maret 2015)

Senin, 15 Desember 2014

Pertemuan LFCN 11 Desember 2014

Pertemuan LFCN kali ini bernuansa agak lain. Pertemuan dilakukan di aula resto Gado-Gado  Boplo jalan Gereja Theresia Jakarta Pusat. Sambil menunggu anggota, semua hadirin di persilahkan mencicipi makan malam dengan menu makanan Indonesia yang sedap dan nikmat . Di mulai dengan soto betawi, mie goreng, gurami asam manis gado-gado dan menu lainnya. Belum lagi es jeruk dan es cendol.
Acara pertama adalah sambutan ketua LFCN disambung dengan pemberian medali perunggu SFI 35 Medan  kepada 3 anggota LFCN yang baru terjun ke “lomba foto salon” David Winarta (Bronze medal+penghargaan), Rudi Sunandar (Bronze medal) dan Sofyan Efendi (Bronze medal) . Agatha juga membawa serta medali emasnya dan piala “ best set”nya. Sayang replika Piala Adam Maliknya tidak dibawa.  Generasi baru LFCN ini diharapkan akan bertambah eksis di dunia salon foto dengan membawa nama LFCN.


Acara dilanjutkan dengan presentasi Bpk Medi Wiharyono mengenai “Female Photography”. Ternyata selama 8 bulan “menghilang”, pak Medi mendalami teori dan praktek pemotretan figur dan wajah wanita baik menggunakan window lght dan studio light. Suatu presentasi yang sarat dengan tambahan pengetahuan , disajikan secara sangat sistematis dengan video dan contoh hasil foto “fine-art” yang “prize-winning” . Luar biasa. Applaus untuk pak Medi yang sukses mengupgrade dan men share ilmunya.  Setelah ini LFCN akan mengharapkan member lain yang potensial untuk bersedia men sharing ilmunya, karena ternyata banyak sekali member yang memiliki kemampuan seperti under water, underwater fashion, travel, composite photography dll.
Acara kedua adalah perayaan HUT ibu Agatha Bunanta yang sangat meriah, dipimpin oleh duet MC Andri Thaslim dan Hendi Suwanda, acara berlangsung segar. Kali ini Hendi naik ke panggung karena ikut berulang tahun 2 hari sebelumnya.  Tart opera dari Dapur Cokelat dengan dekorasi camera “merah” dengan beberapa lilin merupakan pusat perhatian . setelah nyanyi bersama dan tiup lilin , berlangsunglah acara yang seru yaitu doorprize kado. Door prize diambil dari bahan tukar menukar kado, Door prize utama yaitu bermalam gratis 2 malam di Ananta Hotel Bali (www.anantalegian.com) dimenangkan oleh Fajar Fuji Buana . Dari Agatha juga ada  agenda ananta dan pouch ananta dan limited addition buku foto karya Agatha dan makanan segar  dari  Gado Gado boplo. Dari pak Medi, mengalir Bir Bintang tanpa henti.
Selain buku foto karya Budi Darmawan (Surabaya)  dibagikan juga gratis katalog lepasan ISAP1 . Yang berkesan, tidak ada seorangpun yang pulang tanpa membawa hadiah.


Acara dihadiri sekitar 40an member dan konsumsi di traktir oleh Agatha yang tahun ini mendapatkan banyak anugerah dari Master PSA, Best Photographer dari SSS Turki, Guest Professor dari Shandong University of Art and Design, Piala Adam malik di Salon Foto Indonesia ke35 Medan, dan hari Ulang tahun (10 Desember). Suatu berkah dan anugerah yang luar biasa.

Agatha Bunanta sebagai pemenang Piala Adam Malik di Salon Foto Indonesia 2014

Untuk kedua kalinya,  Agatha Anne Bunanta  menerima Piala Adam Malik pada Salon Foto Indonesia 35 di Medan 3 Desember 2014.
Piala bergilir H Adam Malik di berikan kepada fotografer terbaik di setiap Salon Foto Indonesia, dalam arti fotografer mendapatkan jumlah acceptance dan nilai tertinggi dalam SFI tersebut.

PIALA ini jarang dikeluarkan oleh penyelenggara/ FPSI, biasanya dipenyerahan hadiah, hanya di berikan REPLIKA nya dengan ukuran kecil.  Kali ini upacara di Medan memang beda. Banyak fotografer yang belum pernah melihat dan memegang piala Adam Malik yang asli.
Beberapa nama anggota LFCN yang kita kenal juga menghiasi piala bergilir tersebut.
Hasil SFi 35: www.sfi2014.com
Ketua panitia SFI 35 : Petrus Loo


Senin, 10 November 2014

Jerry Aurum "On White" di pertemuan LFCN



Liputan  Pertemuan LFCN 21 Okt 2014
Bertempat di Auditorium Samafitro, pertemuan LFCN dihadiri lebih dari 70 fotografer.
Diawali dengan pengenalan dan promo mesin cetak HP , para hadirin dapat melakukan test print sampai ke ukuran 60x90 cm. Hasil cetaknya ber-akurasi tinggi, kaya dengan nada warna ataupun gradasi hitam putih. Lagi pula hasil cetak , menggunakan tinta yang kekuatannya beberapa kali umur manusia, yaitu sampai 200 tahun .
Ketua LFCN memberikan sambutan singkat, dilanjutkan dengan pemberian sertifikat PPSA kepada anggota Rafly Rinaldy dan Slamet Adijuwono. Beberapa PPSA lain berhalangan hadir. Sertifikat ini dibawa sendiri dari Amrik oleh PSA representative untuk Indonesia (Agatha Bunanta).
Acara yang ditunggu tunggu adalah Jerry Aurum dengan topik “ Behind the scene buku ON WHITE” yaitu buku yang berisi 128 foto tokoh/ public figure yang dikumpulkan Jerry  tidak kurang dari kurun waktu 7 tahun.  Karena berbicara dengan sesama fotografer, Jerry bisa menggunakan pemahaman dan bahasa yang sama. Pengunjungpun banyak diskusi mengenai teknis sampai terciptanya buku “On white” . Beberapa pertanyaan yang terlontar misalnya; Apakah Jerry meminta model release dari semua tokoh di buku tsb?   Apakah Jerry di bayar atau mungkin membayar untuk modelnya? Sampai dimana Jerry mengatur modelnya, atau sebaliknya  ternyata beberapa model yang mengatur Jerry.  Memotret aktor paling mudah, karena bisa “main” dan asyik sendiri.  Jerry tinggal menangkap momen.  Demikian juga dengan “rocker” umumnya mudah di foto dengan karakter yang kuat.  Yang menurut saya paling berkesan adalah foto Ahok.  Jerry sudah menghabiskan lebih dari 100 shot, tetapi hasilnya masih tetap “garing”. Akhirnya Jerry meminta sang wagub DKI berdiri sambil memejamkan mata. Jerry menginstruksikan supaya membayangkan masalah paling rumit di DKI yang tidak pernah selesai, raut wajah Ahokpun mulai berubah. Kemudian Jerry mengatakan lagi, sekarang bayangkan siapa yang paling membuat anda susah untuk mengatur DKI. Disini wajah sang wagub sudah lebih kelihatan lagi ekspresinya. Jerry mengkomando: sekarang  silahkan buka mata. Jepret... didapatlah wajah Ahok yang mengerenyit , yang tidak akan dilupakan oleh siapapun yang melihatnya: body language yang “keras” , wajah yang garang, dongkol bercampur amarah .  Foto ini menurut saya salah satu foto terkuat di buku ini.
Demikian juga dengan foto Cut Tari yang 3 tahun lalu sempat menjadi bulan-bulanan sosial media, dan sekarang Cut berusaha comeback, walaupun masih dengan banyak keraguan. Jerry meminta Cut hanya satu : membayangkan dirinya berpapasan dengan orang-orang sekitarnya yang dari pancaran mata nya menyiratkan sesuatu bagi Cut. Cut pun bereaksi, seolah membuat benteng bagi dirinya dan ekspresinya nampak dengan jelas termasuk dalam raut bibirnya.
Salah satu foto yang juga kuat dan wow yaitu Ivan Gunawan, Jerry hanya memotret sepasang mata Ivan, dan alamak...... feminin bener tuh mata.
Tidak bisa diceritakan satu-persatu, yang penting para hadirin merasa bahwa komunikasi dengan Jerry terasa mengalir dengan lancar, blak-blakan dan seadanya. Tidak ada rahasia yang tidak dibuka oleh Jerry, karena ini toh untuk sesama rekan fotografer.


Agatha Anne Bunanta as Shandong University Guest Professor


Shandong University of Art & Design, universitas  seni dan desain terbesar di China mengangkat Agatha Anne Bunanta sebagai Guest Professor pada 2 November 2014.
Selamat dan tetap berkarya memajukan fotografi dunia dengan selalu membawa nama Indonesia. Di international, Agatha juga baru saja dipilih sebagai salah satu board Photographic Society of America (PSA) bidang Ethics.

Rabu, 15 Oktober 2014

Terbentuknya Masyarakat Fotografi Indonesia (MFI)

Di Hotel Amaris Mangga Dua Jakarta pada 10-12 Oktober dilakukan Kongres Fotografi Indonesia yang di fasilitasi Kemen Parekraf. Hasilnya adalah terbentuknya MFI atau Indonesia Photography Society  (IPS)



Dewan Pembina Masyarakat Fotografi Indonesia
Ketua Dewan Pembina: Sigit Purnomo
Wakil Ketua Dewan Pembina I: Oscar Motuloh
Wakil Ketua Dewan Pembina II: M. Firman Ichsan
Anggota Dewan Pembina:
  • Agus Leonardus
  • Arbain Rambey 
  • Darwis Triadi 
  • Don Hasman 
  • Edmond Makarim 
  • Edwin Djuanda 
  • Fendi Siregar 
  • Guntur Santoso 
  • Imam Hartoyo 
  • Irwan Kamdani 
  • Johnny Hendarta 
  • Ray Bachtiar 
  • Rio Helmi 
  • Risman Marah 
  • Solihin Margo 
  • Yudhi Soerjoatmodjo

Badan Pengurus Masyarakat Fotografi Indonesia
Ketua Badan Pengurus: Hermanus
Wakil Ketua Dewan Pengurus: Andrew Linggar
Kesekretariatan: Lasti Kurnia
Keuangan: Wiryadi Lorens
Kerjasama dan Koordinasi:
  • Edial Rusli
  • Agatha Bunanta
Program:
  • Anton Bayu 
  • Galih Sedayu 
  • Ng Swan Ti 
  • Ridha Kusumabrata
Marketing dan Komunikasi:
  • Dibya Pradana
  • Marissa Tunjungsari
  • Purwo Subagyo
Penelitian dan Pengembangan:
  • Irma Chantily
  • Rully Kesuma
----------------------
Semoga MFI dapat memajukan fotografi Indonesia . 

Selasa, 14 Oktober 2014

Presentasi Agatha di PSA: Indonesian Perspective through my eyes



Agatha  terpilih sebagai  “invited speaker” PSA Conference 2014 dengan judul “ An Indonesian Perspective through my eyes”  menampilkan gambaran umum tentang dunia fotografi di Indonesia dan menampilkan karya-karya terbaiknya tentang Indonesia dengan sajian audio-visual yang sangat menarik. Beberapa bulan sebelumnya, sudah di adakan publikasi luas di PSA journal.  Agatha menjelaskan saat saat dimana foto yang diambil di Indonesia bisa menimbulkan gebrakan foto salon di dunia, seperti foto pacu jawi.  Di akhir presentasi , Agatha mendapatkan aplaus meriah dan di akhir sesi dikerumuni banyak peserta untuk apresiasi dan banyak peserta yang menyatakan ingin ke Indonesia.  



 Agatha merupakan “invited speaker” pertama dari di Indonesia yang diundang untuk berbicara di PSA Conference , suatu kebanggaan untuk kita semua.