RARINDRA PRAKARSA dengan topik " PEOPLE and PORTRAIT PHOTOGRAPHY" menyihir para penggemar fotografi di
ruang pameran Indonesia Salon of Art Photography 2012.
Acara dimulai jam 19.00, tetapi sudah ada peserta yang datang sejak jam 15.00
Ruangan yang lapang dengan 80 kursi sampai kehabisan sehingga banyak yang harus berdiri atau duduk di karpet.
Ternyata AirCon di tengah sangat dingin, sehingga banyak yang duduknya bergeser pindah mencari tempat yang lebih hangat.
"Rarindra Effect" merupakan suatu fenomena unik yang diakui oleh dunia
international. Cara pengambilan foto manusia dan terutama "lightingnya"
memberikan suatu suasana sendiri, semua menjadi indah, bagaikan alam
mimpi, padahal subyek yang di foto adalah kehidupan sehari-hari.
Mengaku sering menggunakan cahaya tambahan dan selalu berkomunikasi
dengan subyeknya, foto karya RDP memang "kuat" dan memiliki "style".
Banyak pengikutnya yang belajar dari manca negara. Untuk melihat
karyanya cukup search di web.
Masih ada 1 seminar lagi yang diselenggarakan oleh LFCN yaitu JERRY
AURUM: " The secret of concepting" Di tempat yang sama SELASA 14
AGUSTUS 2012, jam 19.00
Jangan lewatkan kesempatan ini.Terbuka untuk umum. FREE
Rabu, 29 Agustus 2012
ISAP 2012 INTERNATIONAL PHOTO EXHIBITION :
The 2nd Indonesia Salon of Art Photography 2012 catalogue was launched by HE Mrs Mari Elka Pangestu, Ministry of Tourism and Creative Economy together with the opening of the exhibition.
VIDEO LINK:
OPENING CEREMONY 2nd Indonesia Salon of Art Photography 2 August 2012 by Her Exceellency Indnesian Ministry of Tourism and Creative Economy Mrs Mari Elka Pangestu
https://www.youtube.com/watch? v=FMEW4umvkTI
EXHIBTION:
http://www.youtube.com/watch? v=Q6-HtBo2l5U&feature=youtu.be
VIDEO LINK:
OPENING CEREMONY 2nd Indonesia Salon of Art Photography 2 August 2012 by Her Exceellency Indnesian Ministry of Tourism and Creative Economy Mrs Mari Elka Pangestu
https://www.youtube.com/watch?
EXHIBTION:
http://www.youtube.com/watch?
Senin, 06 Agustus 2012
Opening of the International Photo Exhibition
Venue : 2 - 15 th August 2012
Grand Indonesia Shopping Town
West mall 5th floor
The exhibition was selescted from the winner from more than 14.000 pictures from 66 countries.
Exhibition opened by HE Mrs mari Elka Pangestu, Minister of Tourism and Creative Economy Republic of Indonesia by signing a picture from Slovenian Photographer : Alexander Cufar
The exhibition was selescted from the winner from more than 14.000 pictures from 66 countries.
Exhibition opened by HE Mrs mari Elka Pangestu, Minister of Tourism and Creative Economy Republic of Indonesia by signing a picture from Slovenian Photographer : Alexander Cufar
Suasana Penjurian
The judging session of Indonesia Salon of Art Photography was held in Jakarta 21-22nd June 2012
Juries:
1.C.L. Chan (Thailand)
2.Tan Lip Seng (Singapore)
3.Johnson Hon Yik Sin (Hong Kong)
4.Edwin Djuanda
5.Andi Sucirta
6.Tan Thiam Kie
7.Tonny Djohan
8.Deddy H.Siswandi
9.Arbain Rambey
10.Harto Solichin Margo
11.Wismanto
Chair person: Agatha Anne Bunanta
Organizer: Candra Naya Photograpphic Society
Kamis, 28 Juni 2012
Judging Report 2nd Indonesia Salon of Art Photography 2012
Untuk kedua kalinya Lembaga Fotografi Candra Naya menyelenggarakan salon foto international yang mempopulerkan Indonesia sebagai tujuan spot foto dunia.
Menurut ketua penyelenggara Agatha Anne Bunanta,ISAP kali ini diikuti oleh 14.003 foto karya 1128 fotografer dari 63 negara. Jumlah foto yang lolos seleksi (foto terpilih/accepted untuk dipamerkan adalah 3561.(2010: 6822 foto dari 730 peserta).
Menurut Mr. CL Chan dari Thailand (salah seorang juri ISAP2012), dilihat dari jumlah foto yang masuk dan rating catalog tahun sebelumnya (bintang 5 FIAP), lomba salon foto ini dapat dikatakan termasuk dalam 10 besar lomba foto salon yang paling diminati di dunia.
Penjurian telah dilakukan di Jakarta pada tanggal 22-23 Juni 2012 dengan panel juri yang berasal dari 4 negara, yaitu Indonesia, Thailand (C.L.Chan), Singapore, (Tan Lip Seng) dan Hongkong (Johnson Hon Yik Sin).
Dari 126 medali/penghargaan yang diperebutkan, fotografer Indonesia mendapatkan 23 medali/penghargaan (18,25%), suatu peningkatan dari sebelumnya yang 15%.
Seperti tahun 2010, foto-foto pemenang dan terpilih akan dibukukan dalam suatu catalog luks indah yang akan merupakan referensi dan koleksi penting bagi fotografer seluruh dunia. Pameran akbar akan diselenggarakan di Grand Indonesia Jakarta tanggal 2 sd 15 Agustus 2012.
Photo Judging in Jakarta 22-23 June 2012, with 11 judge from 4 countries
Total photos: 14.003 from 1128 photographers from 63 countries (2010: 6822 photos, 730 photographers from 58 countries
Senin, 28 Mei 2012
66 Tahun CANDRA NAYA PUSAT
HUT ke 66 Perhimpunan SOSIAL Candra Naya, diperingati 26 Mei kemarin di "Gedung Candra Naya", suatu cagar budaya DKI yang ber lokasi di Jalan Gajah Mada 188, Jakarta Barat. Bangunan ber arsitektur Cina tersebut di bangun oleh Mayor Khouw Kin An di tahun 1867.
PSCN yang dahulu bernama Perhimpunan Sosial "Sin Ming Hui" didirikan tahun 1948 di jaman sulit Republik Indonesia. Para pelopor pendiri adalah aktivis surat kabar Sin Po dan Keng Po, yang merasakan perlunya memiliki suatu wadah yang dapat memberikan kedamaian dan membantu solusi masyarakat saat itu (saat itu hampir tidak ada golongan menengah, semua kekurangan secara ekonomi). Moto dari PSCN adalah :" KEPENTINGAN SOSIAL TANPA BERPOLITIK" .
Walaupun organisasi sosial ini di bentuk oleh kalangan Tionghoa, namun sejak awal bidang pengabdiannya adalah kemanusiaan tanpa membedakan etnis atau golongan. Bahkan banyak pengurus berasal dari non-tionghoa seperti Ketua umum 1967-2000 adalah Padmo Soemasto SH. Juga dibagian fototografi (yang didirikan sejak 1948) Ketua umum yang paling dikenal adalah A. Moehammad, yaitu yang mengadakan SALON FOTO INDONESIA 1973 (PERTAMA), dan diikuti dengan pembentukan Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (Taman Ismail Marzuki, Desember 1973). Adalah Bpk A. Moehammad (LFCN) dan Bpk. Prof DR R M Soelarko (PAF) yang berperan dalam pembentukan "fotografi seni " skala nasional di Indonesia .
Keberadaan "Candra Naya" (nama yang digunakan sejak 1960), tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan Republik Indonesia.
Candra Naya karena tujuannya yang mulia dapat bertahan dari masa ke masa. Kalau dahulu dana didapatt dari donatur, saat ini donatur berkurang dan PSCN mengembangkan usaha sendiri , terutama pendidikan dan jangan lupa para alumnusnya selalu membantu dan sudah banyak yang meraih sukses dalam kehidupan.
Pendiri Kompas PK Ojong, juga aktif dalam perhimpunan sosial ini. Candra Naya juga menjadi tempat dilangsungkannya kongres nasional pertama dan pembentukan Persatuan Bulutangkis Indonesia (1950). Balai pengobatan CN juga sangat terkenal karena benar-benar membantu masyarakat bawah. Kemudian CN membuat rumahsakit yang sekarang sudah menjadi rumah sakit Sumber Waras. Lahirnya Untar juga bermuara dari organisasi sosial ini. CN juga memiliki panti asuhan yatim piatu cukup besar dijalan Gedung Batu Bogor. Saat ini Perhimpunan Sosial Candra Naya masih tetap dikenal dengan pendidikannya, dari SD, SLTP, SLTA dan Sekolah Menengah Farmasi.
Dalam bidang Fotografi,Lembaga Fotografi Candra Naya sangat terkenal sejak 1973 karena menyelenggarakan Salon Foto pertama yang menjadi ajang persatuan para fotografer untuk bersama-sama mendirikan "Federasi" .
Sabtu, 26 Mei 2012, diadakan peringatan HUT ke 66 Perhimpunan Sosial Candra Naya, di jalan Gajah Mada 188, gedung cagar budaya yang sudah dikelilingi oleh bangunan beton, apartemen Green Central di bagian belakang dan "novotel" dibagian depan (belum buka). .
Dalam sambutannya, Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan bahwa semasa beliau kecil, beliau juga suka main di gedung ini. Memang bangunan arsitektur tersebut adalah terbuka untuk umum dan setahu saya hampir tidak pernah dikunci (!) , dan LFCN menempati salah satu bagian di gedung utama (bagian paling elit saat itu). Nostalgia bagi para pemotret jadul.
Bang Foke juga menyelipkan tip untuk mensukseskan pemilihan Gubernur DKI yad dengan pesan: " memilih yang sudah kelihatan hasilnya ..."
Di malam itu, Ketua PSCN Bpk I Wayan Suparmin SH, memberikan penghargaan kepada mereka2 yang dianggap ber prestasi dan mengembangkan PSCN. dari Bagian Fotografi Edwin Djuanda mendapatkan cincin emas . Andi Santoso yang berasal dari LFCN juga mendapatkan cincin emas, Andi beberapa tahun terakhir banyak membantu di PSCN Pusat. Andi juga Ketua Peringatan HUT 66 PSCN.
Edwin Djuanda : "Menjadi bagian dari sesuatu organisasi sosial yang besar dan memiliki sejarah yang panjang dan reputasi yang baik adalah sangat membanggakan.
Saya tahu bahwa penghargaan cincin emas yang saya dapatkan adalah berkat prestasi lembaga fotografi secara keseluruhan, tanpa dibantu rekan Agatha tidak mungkin LFCN cemerlang kembali seperti sekarang.
Juga para pengurus dan anggota yang sangat aktif. Nama harum LFCN adalah sejak 1973 sampai sekitar 1985an, dimana LFCN merupakan klubfoto yang paling bergengsi . Lomba akhir tahun LFCN saat itu (khusus member ) kualitasnya adalah setara dengan "salon foto" . LFCN saat itu anggotanya 1000 (bayangkan belum ada internet) , LFCN juga memberikan gelar/ distinction bagi anggotanya. Sekarang jaman berubah, di LFCN sudah banyak pendekar2 baru dan kita lebih berkiblat ke distinction international. Pemikiran-pemikiran pengurus/anggota sangat diperlukan untuk kemajuan organisasi.
Bersama kita maju"
Langganan:
Postingan (Atom)






